Mengenal Jenis Kayu Untuk Furnitur di Jaman Now

Kalau dulu, jaman old kata orang-orang, untuk urusan furnitur hampir 100% orang makai bahan kayu solid alias kayu asli, bukan olahan. Selain lebih awet dan mudah dibongkar pasang, kayu asli memiliki keindahan dan serat yang khas. Namun seiring waktu, kayu solid kian kekuarangan pasokan sehingga dicarilah alternatif jenis kayu untuk furnitur.

Akhirnya dengan kemajuan teknologi orang bisa mengolah kayu bahan yang bukan kayu asli. Ada yang memanfaatkan serat kotoran gergaji, ada yang menggabungkan beberapa lapis kayu dan ada pula yang dari potongan-potongan kayu kecil lalu dipadatkan. Selain lebih murah, kayu buatan bisa mengurangi limbah, bahkan bisa menghasilkan furnitur yang mewah. Nah berikut ini adalah jenis-jenis kayu untuk furnitur di jaman sekarang alias kayu buatan.

  • Kayu Lapis/Plywood/Multipleks

Jenis kayu untuk furnitur di masa kini yang pertama adalah kayu lapis atau plywood, atau disebut juga multipleks. Ini merupakan jenis paling unggul karena terbuat dari beberapa lembaran kayu yang direkatkan. Ketebalannya bervariasi dari 3 hingga 18 mm dengan luas 244 x 122 cm. Semakin tebal plywood, maka semakin kuat dan stabil. Jenis kayu ini paling sering digunakan sebagai bahan pembuatan kitchen set, meja, tempat tidur maupun lemari.

Dari segi banyaknya lapisan, plywood ada dua macam; yang tiga lapis disebut triplek, dan yang lebih dari tiga lapis disebut juga multiplek. Karena itulah, lemari pakaian bahan plywood jenis multiplek misalnya, tentu harganya lebih mahal ketimbang lemari yang berbahan triplek.

  • Kayu Blockboard /Teakblock/Laminboard

Jenis kayu untuk furnitur yang selanjutnya adalah blockboard. Yaitu potongan kayu kecil-kecil berbentuk kotak berukuran sekitar 2,5 sampai 5 cm yang direkat dan dipadatkan menggunakan mesin, dan dikedua sisinya dilapisi venner. Hasilnya jadilah kayu yang mirip papan dengan tebal antara 12, 15, ataupun 18 mm, dengan luas 244 x 122 cm.

Teakblock merupakan blocboard yang dilapisi venner dari kayu jati sehingga bagus untuk membuat rak, kabinet dan lemari dapur. Blockboard laminboard biasanya lebih tipis, potongan kayunya berukuran 5-8 mm.

  • Kayu Partikel/Particel Board

Jenis kayu ini bahan-bahanya dari partikel sisa, seperti serbuk gergaji, sisa potongan kayu kecil-kecil. Pembuatannya menggunakan bahan kimia resin sebagai perekat dan dikuatkan dengan tekanan tinggi lalu dikeringkan. Teksturnya cenderung kasar dan pemakainnya tidak menggunakan paku atau sekrup untuk menempelkan dengan bagian lain, tapi memakai perekat khusus. Karena bahannya lebih rendah dari jenis kayu furnitur sebelumnya, maka material ini tidak bisa dibongkar pasang karena bosa mengakibatkan kerusakan.

  • Kayu MDF (Medium Density Fibreboard) & HDF (High Density Fibreboard)

Dan jenis kayu untuk furnitur masa kini non kayu solid dengan kelas paling rendah adalah MDF dan HDF. Bahannya serbuk kayu yang lebih halus ketimbang bahan kayu partikel dan dicampur dengan bahan kimia resin lalu direkat dan dipadatkan dalam suhu dan tekanan tinggi. Bahan-bahan serbuk kayu untuk jenis ini biasa diambil dari perkebunan maupun bambu.

Perbedaan MDF dan HDF hanya terletak pada kepadatannya. Kayu bahan yang kepadatannya antara 600 sampai 800 kg/m3 termasuk ke MDF, sedangkan yang di atas 800 Kg/m3 tergolong kayu HDF. Kayu jenis MDF dan HDF memiliki ukuran dan kekuatan yabng konsisten, mudah dibentuk karena fleksibel, serta finishingnya menggunakan cat kayu, venner, HPL, PVC maupun paper laminate.

Itulah 4 jenis kayu untuk furnitur di masa kini. Seiring kesadaran terbatasnya bahan kayu solid dan kemajuan teknologi, keberadaan kayu buatan ini sedikit banyak punya peran dalam menjaga kelestarian hutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *